TIPS MEMBACAKAN KITAB SUCI

1. Apa Artinya Membacakan Kitab Suci?

Kitab Suci yang diimani mengandung Sabda Allah adalah buku yang ditulis untuk dibacakan dalam himpunan jemaat beriman.

Mengapa Kitab Suci harus dibacakan dalam pertemuan jemaat? karena Sabda dari Allah sendirilah isinya, yang dahulu disampaikan kepada suatu jemaat yang kini harus diteruskan dalam gereja dari zaman ke zaman secara hidup.

Pembaca yang membacakan Kitab Suci harus menyuarakan kembali maksud penulisan dari setiap teks yang dibacakannya. Teks-teks yang dibacakannya itu memiliki macam-macam nada dan suaranya.

Pembaca tidak bisa bersifat netral terhadap tulisan yang dibacakannya. Dia harus mengimani yang dibacakan, dia pun harus menafsirkan bacaan itu agar nada, suara dan maksud tulisan itu terdengar kembali dengan cukup jelas. Dari sebab itu, seorang pembaca harus bertanya pada dirinya sendiri tentang apa yang harus ia lakukan supaya isi dan maksud bacaan ini menjadi jelas bagi pendengar.

2. Kitab Suci Suatu Buku Lisan.

Apakah ciri-ciri sastra lisan?

Pertama, kalimatnya pendek-pendek dan hidup. Orang yang berbicara untuk didengarkan tidak menggunakan kalimat-kalimat panjang.

Kedua, mereka juga banyak menggunakan bahasa konkrit. Bahasa konkrit berarti bahasa yang bisa membuat pendengar melihat, merasakan, meraba dan mendengar apa yang disampaikan. Sebagai contoh Kej. 2:4b-7

3. Seperti Orang Bercerita.

Sebagian Kitab Suci terdiri atas cerita. Ada cerita yang agak panjang, tetapi pada umumnya pendek-pendek. Cerita-cerita itu adalah cerita-cerita lisan. Dari sebab itu, pembaca harus membacakannya seperti orang bercerita. Nada bercerita harus jelas terasa oleh para pendengar dan irama serta tekanannya harus sesuai dengan alur dan isi  cerita itu. Contohnya; Mrk. 1:40-45.

Pembaca yang membacakan suatu cerita dari Injil Markus misalnya mengambil tempat seperti Markus ketika membacakan teks tersebut. Apakah ia membacakan menurut maksud Markus, itu adalah soal lain.

4. Seperti Paulus Ingin Berbicara dengan Jemaat-Jemaat yang Dilayaninya.

Paulus adalah seorang rasul yang cukup kerap menulis surat-surat kepada jemaat-jemaat yang dilayaninya. Surat-surat Paulus adalah ungkapan dari pribadi Paulus dan pergulatan imannya. Dia mempunyai sesuatu yang mau dikatakan kepada umat dan apa yang dia katakan kepada umat adalah bagian dari dirinya sendiri. Keyakinan imannya kuat dan kasihnya bernyala-nyala. Contoh: surat Galatia (1.6-9):

Ada pertanyaan-pertanyaan retorika yang berurutan atau bertubi-tubi kerap muncul dalam surat-surat Paulus. Kita lihat teks Gal.3.1-5:

Seorang pembaca bisa membacakan teks ini dengan baik hanya apabila dia memahaminya, memasuki roh Paulus dan mengenal seni membaca yang baik.

5. Seperti Orang yang Memberi Perintah, Melarang atau Mengajar

Dalam Kitab Suci, khusunya dalam PL terdapat kumpulan hukum-hukum. Ada macam-macam hukum, tetapi pada dasarnya ada dua bentuk: pertama, yang berbentuk perintah atau larangan dan kedua, yang berbentuk pemberian ketetapan, peraturan atau keputusan atas suatu kasus atau persoalan.      Pembacaan teks-teks ini pada umumnya tidak terlalu sulit, tetapi perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini:

Pertama, sebagian hukum ini kedengarannya asing dan tidak berlaku bagi kita, tetapi harus tetap dibaca dengan hormat. Mengapa? Karena Israel memiliki penghormatan yang sangat tinggi terhadap hukum-hukum mereka. Kita baca Ul 4:1-2,6-8:

Kedua, pada hukum yang bersifat larangan, kata ‘jangan(lah) tidak boleh diberi tekanan dalam membacakannya karena kata itu menurut maknanya sudah merupakan suatu penekanan.

Ketiga,  apabila ada hukum yang berbentuk ketetapan, peraturan atau keputusan, maka persoalan atau kasusnya harus disampaikan dengan jelas bagi pendengar. Dalam Im 13:1-2,43-45:

6. Sikap tubuh,

  • Kaki
  • Tangan
  • Kepala,
Categories: Tips dan Trik untuk 'Upgrade our self' | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: