MENYUSUN DOA DENGAN CITARASA KATOLIK

TEKS ANDA

Ada beberapa langkah yang dapat diikuti dalam menyusun sebuah doa yang baik, yang lazim menurut kebiasaan gereja Katolik.
Tulisan Anda…

Langkah I : mulailah dengan menyapa Allah sambil menyebutkan satu sifatNya [yang sesuai dengan bentuk dan isi doa yang akan dipanjatkan]. Misalnya, untuk doa mohon kesembuhan : Ya Allah, mahakuasa penuh kasih sayang, Engkaulah pemelihara kehidupan kami, jiwa dan raga, Engkaulah yang penuh kuasa dan belas kasihan…… Contoh untuk doa syukur ulang tahun : Ya Allah Bapa maha baik, Engkaulah pemegang tali kehidupan umat manusia, Engkaulah pencipta dan pemelihara kami….

Contoh lain : kita menyapa Allah dengan sifatNya : Esa [dalam rangka kesatuan hidup, suami-isteri, kerukunan, pertemuan keluarga, pertemuan umat berbeda agama]. Kita menyapa Allah dengan sifatNya : Maha kuasa [dalam rangka ulang tahun kehidupan, pengalaman hidup yang khusus, cita-cita/niat/rencana, pelindung perjalanan, mohon keberhasilan suatu usaha baru, sakit]. Kita menyapa Allah yang maha bijaksana ketika kita berdoa bagi yang menghadapi kesulitan, mencari penerangan/ bimbingan/Roh Kudus.  

Langkah II : Isi doa : Sesudah menyapa Allah Bapa, sampaikanlah saat ini apa yang menjadi isi, ujud dari doa itu;  untuk : memuji dan bersyukur kepada Allah, memohon atau meminta sesuatu berkat/kemurahan, mempersembahkan diri/berserah kepada Allah, dll sesuai isi doa.

Contoh memuji/bersyukur :‘…Kami memuji dan beryukur kepadaMu karena Engkau berkenan mengumpulkan kami bersama keluarga di sini sebagai umatMu. Kami bersyukur pula karena melalui ibadat ini, Kau tunjukkan kepada kami, bagaimana seharusnya kami membangun persaudaraan.’

Untuk keluarga : Pandanglah keluarga yang datang berlindung dan bermohon kepadaMu. Mereka percaya akan diriMu, mereka berharap padaMu saja, mereka memanggil namaMu. Maka, …. Dst, sesuai isi doa yang dimohonkan keluarga.

Catatan :

1. Usahakanlah untuk mengaitkan doa dengan tema ibadat atau dengan pokok pertemuan. Jika pemimpin doa cukup terbiasa membaca Kitab Suci, maka ia dapat juga mengutip ayat-ayat Kitab Suci tertentu dalam doanya; misalnya : PutraMu Yesus Kristus telah bersabda : di mana dua atau tiga orang berkumpul demi namaKu, Aku ada di tengah-tengah mereka… atau… Mintalah maka kamu akan diberi…. Atau… RohKu akan Kucurahkan kepadamu…

2. Sejauh perlu kita dapat menyebutkan situasi alam, situasi khusus, tempat, di mana kita berada . Kita dapat menyebutkan peristiwa yang sementara dialami, dihadapi; dalam rangka apa… Dapat juga menyebutkan siapa saja yang hadir. Hal ini membantu juga untuk menciptakan suatu suasana sehati sejiwa dari orang-orang yang berdoa bersama. Tetaplah berhati-hati untuk setia pada ujud doa. Jangan mencampurkan segala macam doa dalam satu doa. Misalnya : dalam doa makan, kita memfokuskan diri pada doa makan, jadi tidak perlu diselipi doa tobat atau permohonan ampun atas dosa dan salah.

Langkah III : Menutup dengan rumusan penutup.

Kita memiliki Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Pengantara kita, maka semua doa-doa kita diakhiri dengan mempersatukan doa-doa kita dengan Kristus Tuhan sendiri. Biasanya digunakan rumusan : Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa…. Atau ditutup dengan rumusan penutup Trinitas:

‘Inilah doa yang kami sampaikan kepadaMu dengan perantaraan Kristus PutraMu, pengantara kami, yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Categories: Tips dan Trik untuk 'Upgrade our self' | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: