Ke tujuh Sakramen Gereja Katolik

Sakramen pembaptisan atau permandian
Sakramen Pengampunan dosa atau rekonsiliasi
Sakramen Ekaristi
Sakramen Penguatan atau krisma
Sakramen imamat
Sakramen pekawinan
Sakramen Pengurapan Orang Sakit

(Posting by Komkat Manado)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Mengapa saya harus pergi ke gereja ?

Dewasa ini orang cenderung kritis dan reaktif sehingga kebiasaan dan tradisi orang tua dianggap kolot. Pergi ke gereja dianggap melanggar kebebasan. Sayang sekali, dengan mengagungkan kebebasan kita malahan kehilangan nilai-nilai yang baik dan mulia.

Ada orang malahan yang berprinsip: pokoknya saya tidak berbuat dosa, saya tidak membunuh, saya tidak korupsi, saya tidak ateis; tak perlu ke gereja; saya hidup baik bahkan lebih baik dari pada orang yang ke gereja dan berbuat jahat!

Gereja menjawab anda sbb: Untuk andalah sabda Tuhan ini: kuduskanlah hari Tuhan [Kel 20:8]. Ternyata Tuhan menyuruh kita menguduskan hari Tuhan, dengan berliturgi, beribadah. Gereja mencoba mengaturnya dengan ibadah hari Minggu, ibadah bersama sesama umat beriman, sebab iman adalah milik bersama, dirayakan bersama, dipelihara bersama, walau tetap ada tanggung jawab pribadi. Kesatuan memperteguh. Kebersamaan memperkaya.

Belajarlah dari kayu bakar; jika semua terkumpul satu, nyalanya besar; jika terpisah satu dari yang lain, ia hanya akan tinggal abu bakar dan kayubakar mati saja.

(Posting by Komkat Manado)

Categories: Yang Perlu Diketahui oleh Orang Katolik | Tinggalkan komentar

Apa kewajiban kita sebagai seorang Katolik ?

a. Sepuluh Perintah Allah

1. Aku Tuhan Allahmu; jangan ada padamu allah lain di hadapanKu.

2. Jangan menyebut nama Allah Tuhanmu dengan tidak hormat.

3. Kuduskanlah hari Tuhan.

4. Hormatilah ibu bapamu.

5. Jangan membunuh.

6. Jangan berzinah.

7. Jangan mencuri.

8. Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu.

9. Jangan menginginkan isteri sesamamu.

10 Jangan menginginkan milik sesamamu.
Baca lebih lanjut

Categories: Yang Perlu Diketahui oleh Orang Katolik | Tinggalkan komentar

Berikanlah sebuah bantuan kecil untuk dengan mudah memahami gereja Katolik ini…

Baiklah; dari kata ‘katolik’ itu sendiri kita dapat memahami beberapa inti gereja Katolik.
K: Kristus sendiri yang mendirikan Gereja. Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus, di atas dasar Petrus, telah berumur lebih dari 2000 tahun. Saat ini gereja tsb dipimpin oleh Paus Benediktus XVI sebagai pengganti Petrus.
A: Apostolik: gereja Katolik bersifat apostolik, artinya berdasarkan ajaran, tradisi, pembinaan yang telah dimulai oleh para rasul [apostolos] dan diwariskan kepada pengganti-pengganti mereka.
T: Tujuh Sakramen yang diwariskan oleh Yesus kepada Gereja menjadi sumber hidup dan cara hidup orang Katolik.
O: Orang Kudus, yaitu mereka yang telah hidup dengan baik sesuai kehendak Tuhan, telah mencapai kehidupan mulia di sruga, sebagai orang kesayangan Tuhan, orang yang selamat, sebagai orang kudus, bersama para martir, para saksi iman. Mereka menjadi pendoa, pendorong sekaligus teladan bagi kita yang masih mengembara di dunia ini.
L: Lestari atau abadi. Gereja Katolik telah menerima janji Roh Kudus bahwa Ia akan senantiasa memeliharanya dalam kebenaran dan menghantar pada hidup yang abadi, hidup lestari bersama Allah
Tritunggal mahakudus dalam keabadian di rumah Bapa.
I: “Inilah tubuh-Ku dan Inilah darah-Kuyang diserahkan bagi kamu.” Gereja Katolik hidup dari Tubuh dan Darah Kristus; orang Katolik dipanggil hidup juga menyerupai Kristus: memberi diri, jiwa dan raga, demi kebaikan diri sendiri dan sesamanya. Kristus menemani dan menyertai kita lewat ekaristi, lewat sakramen mahakudus, lewat
tabernakelNya.
K: Katolik, artinya umum. Gereja Katolik menjadi diri Kristus sendiri, yang hadir dan berjalan keliling berbuat baik; yang hadir, menjadi rumah, tempat, keluarga, komuitas yang terbuka bagi siapa saja, apapun suku bangsa, pangkat golongan, asal usul dan tabiat kita.
(Posting by Komkat Manado)
Categories: Yang Perlu Diketahui oleh Orang Katolik | Tinggalkan komentar

Siapakah yang mendirikan gereja Katolik?

Yesuslah yang mendirikan gereja ini. Kitab Suci memberikan kebenaran ini : “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat 16:18)
“That thou art Peter; and upon this rock I will build my church, and the gates of hell shall not prevail against it. (Mat 16:18, Douay Rheims- Vulgate)
Gereja/ekklesia adalah kumpulan dari umat Allah, atau umat Allah yang berkumpul menjadi satu. Jemaat yang Yesus dirikan adalah kumpulan umat Allah yang ibarat sebuah bangunan didirikan di atas Petrus sebagai batu dasarnya. Jemaat ini juga dipimpin oleh Petrus sendiri sesuai kata-kata Yesus : Gembalakanlah domba-dombaKu [Yoh… ].
Gereja yang Yesus dirikan ini tidak akan binasa, sekalipun diserang oleh kuasa alam maut sekalipun. Dan, Gereja/ ekklesia di sini bukan hanya berarti bangunan gedung gereja, tetapi juga sebagai kumpulan umat Allah yang bersifat universal, tidak terbatas oleh suku, bangsa atau bahasa; dan yang berkumpul dan memperoleh hidup dari Kristus sendiri, melalui Sabda-Nya dan Tubuh dan Darah-Nya dalam Ekaristi.

(Posting by Komkat Manando)

Categories: Yang Perlu Diketahui oleh Orang Katolik | Tinggalkan komentar

Mana saja tahap-tahap persiapan yang harus ditempuh seseorang yang ingin menjadi Katolik?

a. Masa Praketekumenat
Para simpatisan atau calon perlu mengenal Gereja Katolik, Yesus Kristus, Iman dan cara Hidup Katolik, membiasakan diri dengan ibadah/liturgi dan kebiasaan lainnya. Kemudian, tibalah satnya ia diterima sebagai ’katekumen’, orang yang sementara belajar untuk menjadi Katolik.

b. Masa katekumenat
Sang calon mulai berhubungan dengan Gereja, secara aktif; dengan serius ia mulai mempelajari pokok-pokok iman katolik dan lebih meningkatkan hidupnya sebagai orang katolik. Ia mulai mengikuti kebiasaan-kebiasaan katolik. Masa ini ditutup dengan upacara penerim sebagai calon Baptis.
c. Masa persiapan Terakhir
Masa ini disebut juga masa penyucian dan penerangan, dan masa ini ditutup dengan upacara penerimaan sakramen baptis/inisiasi

d. Masa Mistagogi
Mengingat setelah pembatisan belum berarti orang katolik tersebut sudah memahami semua rahasia iman katolik, juga belum sepenuhnya mantap sebagai orang katolik, maka masih perlu disediakan sejumlah bahan lanjutan yaitu mistagogi.

(Posting by Komkat Manando)

Categories: Yang Perlu Diketahui oleh Orang Katolik | Tinggalkan komentar

Bagaimana seseorang dapat menjadi ’orang katolik’?

Jika ia adalah anak dari sebuah keluarga Katolik, maka ia dapat langsung dipermandikan menjadi orang katolik. Keluarganya, ibu bapa seraninya, serta paroki dan sekolah juga ikut bertanggung jawab atas pertumbuhan iman anak ini, sesuai dengan perkembangan usianya.
Jika ia sudah cukup berumur dan berakal budi, maka ia perlu mengikuti pelajaran agama Katolik sebagai persiapan dan persayaratan untuk dipermandikan menjadi orang katolik.

(Posting by Komkat Manado)

Categories: Yang Perlu Diketahui oleh Orang Katolik | Tinggalkan komentar

Tips Belajar Bermeditasi

Latihan 1 : Belajar menjadi hening

  1. Ambillah sikap/posisi doa yang nyaman, relaks dan yang bisa bertahan agak lama. Rasakan dan nikmati posisi doamu ini.
  2. Katakanlah dalam hatimu bahwa inilah saatnya kau ingin berjumpa Tuhan dalam keheningan. Rindukan saat-saat hening ini. Mohon Roh Kudus memenuhimu selama saat latihan doa ini.
  3. Letakkan telapak tanganmu sambil terbuka di atas lutut atau pahamu, menghadap ke atas. Sadari kekosonganmu bagai sebuah loyang, minta diisi oleh Tuhan…
  4. Katupkanlah matamu dengan lembut. Masuklah dalam jumpa pribadi dengan Tuhanmu.
  5. Heningkanlah dirimu, jiwamu, ragamu di dalam Tuhan, selama 10 menit. Jika pikiranmu terpecah, cobalah selalu dengan tenang, kembali pada keheninganmu.
  6. Saat ini, coba sadari pikiran-pikiran yang datang dan pergi dalam keheninganmu. Sadari dan kenalilah… selama 2 menit
  7. Kemudian, cobalah masuk kembali dalam keheningan selama 5 menit…..
  8. Bukalah matamu secara perlahan-lahan, kembalilah ke alam sadar…
  9. Sambil relaks anda diminta mensharingkan pengalaman doa tadi; mungkin ada beda antara yang hening yang pertama dan ke dua? Katakan saja apa yang kau rasakan; sharing ini tidak perlu dikomentari oleh siapapun. Cukup disharingkan saja, tak perlu komentar dari teman lain.

Latihan 2 : Belajar masuk dalam hening melalui sebuah teks KS :

Mrk. 6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.

  1. Ambillah sikap/posisi doa yang nyaman, relaks dan cocok buatmu.
  2. Tarik nafas dalam-dalam, tahan agak lama dan hembuskan perlahan-lahan. Ulangi 2-3 kali dan terus menerus secara teratur… sampai kau merasa hening, tenang dan teduh.
  3. Sadari nafas ini adalah nafas Tuhan, Roh Tuhan yang ada dan memenuhimu.

Dengarkan kalimat injil Markus ini : “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!”

  1. Ulangi kalimat ini dalam hatimu kata demi kata. Ulangi 2-3 kali lagi dengan pelan-pelan
  2. Dengarkan kata-kata Yesus ini : Marilah ke tempat yang sunyi… dengarkan sekali lagi…
  3. Masuklah dalam keheningan dan dengarkan ajakan Yesus : Marilah… marilah…
  4. Masuklah saat ini ke tempat yang sunyi, ke hatimu dan hatiNya… rasakan dan nikmatilah… [diam 3-4 menit]; jika lelah atau pikiran terganggu, dengarkan sekali lagi ajakan Yesus : Marilah… marilah… dan masuklah dalam keheningan hatimu dan hatiNya… [3-4 menit]
  5. Akhirilah perjumpaanmu dengan Dia, dengan kata-katamu sendiri, dalam hatimu…
  6. Bukalah matamu perlahan-lahan, kembalilah ke alam sadar
  7. Jika ada waktu, bagi yang ingin, boleh mengemukakan dalam 2-3 kalimat apa yang ia rasakan tadi… Sharing ini juga tidak membutuhkan komentar teman lain. Cukup didengar saja….

Latihan 3 : Belajar hening melalui bunyi

  1. Ambillah sikap/posisi doa yang nyaman, relaks dan yang bisa bertahan agak lama. Rasakan dan nikmati posisi doamu ini.
  2. Katakanlah dalam hatimu bahwa inilah saatnya kau ingin berjumpa Tuhan dalam keheningan. Rindukan saat-saat hening ini. Mohon Roh Kudus memenuhimu selama saat latihan doa ini.
  3. Letakkan telapak tanganmu sambil terbuka di atas lutut atau pahamu, menghadap ke atas. Sadari kekosonganmu bagai sebuah tempayan, rindu diisi oleh Tuhan…
  4. Katupkanlah matamu dengan lembut.
  5. Dengan nafas yang teratur nikmatilah ketenanganmu.
  6. Arahkan pendengaranmu pada bunyi-bunyi di sekitarmu. Kenalilah dan sadarilah secara sepintas saja, bunyi yang paling keras… Lalu yang lebih lembut… Cobalah dengarkan bunyi yang paling lembut dan samar-samar dan fokuslah pada bunyi ini saja…. Nikmati bunyi ini lama-lama… [3 menit]
  7. Kenalilah dia sekali lagi… jika ia adalah bunyi binatang, bersatulah dengan dia dan pujilah Tuhan Penciptanya… bermazmurlah bersama dia bagi sang Pencipta… jika itu bunyi gaung motor atau mobil di jalanan yang jauh, bergabunglah dengan kendaraan itu yang melayani Penciptanya dengan menolong orang yang mengendarainya… jadikan sumber bunyi ini temanmu dan alasanmu menyadari kebaikan Tuhan dan mensyukuri kebaikannya… Dalam hening kau syukuri Sang Pencipta… 5 menit…
  8. Saat ini, jangan lagi berpikir tentang bunyi itu, jangan lagi mendengar bunyi itu, kau sendiri saja berada di hadapan Tuhan : beradalah bagiNya… tiada yg menghalangimu lagi… beradalah denganNya…. 5 menit…
  9. Dengarkan kembali sebuah bunyi yang lain… kenalilah bunyi itu, fokuslah ke bunyi itu… dan bersama bunyi itu : bisikkanlah dalam hatimu, sapaan-sapaanmu pada Tuhan, Pencipta bunyi itu, Penciptamu sendiri…
  10. Bukalah matamu dengan lembut, relaks kembali…
  11. Sharingkan pengalaman2 yang kau alami : apakah bunyi itu bisa mengantarmu pada hening? Adakah bersatu dengan sumber bunyi itu kau bisa masuk dalam hening di hadapan Tuhan? Sharing ini tidak ditanggapi…
Categories: Tips dan Trik untuk 'Upgrade our self' | Tags: | Tinggalkan komentar

Tips Jika Anda Diminta untuk Menjadi Juri Kesenian

Jika anda di mintas untuk menjadi juri dalam suatu lomba kesenian, entah paduan suara, vocal group ataupu tarian, di sini saya berikan 3 hal pokok yang bisa menjadi panduan dalam pembuatan criteria penilaian, yaitu:
1. Apa yang di lihat: (Penguasaan Panggung, keluwesan, ekspresi (mimik/pantomimik), komunikasi dengan audiens, kekompakan dengan iringan, gaya, Kostum, dll) bobotnya 20-40
2. Apa yang di dengar: (Materi suara, artikulasi, intonasi, resonansi, phrasering, dinamika, tempo, jedah dan keharmonisan suara. dll) bobotnya 20-40
3. Kesan Umum yang diperoleh: (Bagus dan indah atau tidak) bobotnya 10-20

Categories: Tips dan Trik untuk 'Upgrade our self' | Tinggalkan komentar

Salah satu contoh Tata Cara Ibadat Lingkungan

  1. Lagu Pembuka
  2. Tanda Salib
  3. Salam   (fakultatif)
  4. Kata Pembuka/Pengantar
  5. Pernyataan Tobat   (fakultatif)  mis: Prapaska, adven
  6. Doa Pembuka
  7. Bacaan Kitab Suci  dari PL/PB(I)
  8. Lagu Antar Bacaan
  9. Bacaan Injil
  10. Khotbah
  11. Pernyataan Iman (Fakultatif)
  12. Doa Permohonan/doa bersama mis: Doa pemberkatan
  13. Kolekte  (bukan  persembahan)
  14. Bapa Kami
  15. Doa Penutup
  16. Kata Penutup/Mohonan Berkat
  17. Lagu Penutup

(Post by Iwan)

Categories: Ibadat Wiroh/Lingkungan | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.