TIPS MENJADI DIRIGEN UMAT

Diberikan pada Pembinaan Pimpinan Umat
Paroki “Kristus Raja” Sulubombong
24-25 Juli 2010

LATAR BELAKANG MENGAPA PEMIMPIN UMAT

 PERLU MENJADI DIRIGEN UMAT

  • Kenyataan Umat suka menyanyi.
  • Kenyataan Lagu dalam ibadat sangat mempengaruhi suasana ibadat sabda/ekaristi
  • Kadang-kadang umat merasa kurang puas karena:
  1. Lagu dinyanyikan salah/tidak tepat
  2. Lagu dinyanyikan terlalu pelan-pelan/lambat.
  3. Lagu dinyanyikan terlalu tinggi/rendah
  • Akibatnya suasana ibadat sabda/ekaristi terganggu.
  • Perlu adanya orang yang trampil (dilatih khusus) dalam hal dirigen umat.
  • Orang yang seharusnya trampil dalam bidang ini adalah Pemimpin Umat.

 “QUI BENE CANTAT BIS ORAT”

MENGENAL KETRAMPILAN DIRIGEN UMAT

  • Apa itu dirigen?

Intinya: Orang yang memimpin musik dalam bentuk Orkes maupun Paduan Suara dengan aba-aba gerakan tangan.

  • Apa peranan Koor Umat dalam liturgi?

Intinya: Memeriahkan Ibadat, Menghantar pada pendalaman/penghayatan isi liturgi, membentuk suasana doa. Menghantar umat pada situasi ibadat sungguh-sungguh dengan sadar dan terlibat.

BAGAIMANA CARA MENJADI DIRIGEN YANG “AGAK” TRAMPIL?

  1. Sehat jasmani dan rohani

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat” ……… Menjaga kesehatannya baik secara jasmani maupun rohani. Bagaimana jika disaat memimpin sang dirigen sakit…????

2.  Bersikap tenang dan sabar.

Saya pastikan bahwa tidak semua peserta koor/umat  akan bersikap “manis” dan “dengar-dengaran”.

Dalam hal ini Pemimpin harus bisa mengontrol emosinya. Ia harus bersikap tenang dan sabar. Ingatlah prinsip kelembutan akan lebih berhasil daripada kekerasan.

3.  Berani untuk menampilkan diri.

Jangan malu…! Sebagai pemimpin kita harus berani menampilkan diri kita. Kita harus memiliki Kepercayaan diri. Prinsipnya: Siapa pun yang kita latih/pimpin, saya pelatih/pemimpin, Kalau saya dipercayakan untuk tampil/memimpin, maka SAYA PASTI DIANGGAP LEBIH TAHU……

4.  Tahu membedakan nada yang sumbang dan yang harmonis.

              Ketrampilan minimal yang harus dilatih/dikuasai oleh seorang dirigen adalah tahu membedakan nada sumbang dan yang              harmonis. Prinsipnya: Dalam susunan akord pada umumnya tidak ada not yang berdekatan misalnya: 1-2-3, 5-6-7, 6-7-1 seharusnya 1-3-5, 5-7-2, 4-6-1

        5.  Tahu dasar-dasar teori musik

Dasar-dasar tersebut antara lain
a. Tahu membaca Not (Solmisasi)
b. Tahu teknik memberi aba-aba.
  • Menentukan irama misalnya MARS, WALTZ, HYMNE, KERONCONG, dll.
  • Menentukan insetting dan ending

c. Tahu Tanda Tempo

d. Tahu Istilah-istilah Ekspresi

e. Tahu Tanda Dinamika.

6.   Tahu mengangkat lagu dengan nada yang tepat.

Cara biasa adalah dengan memakai alat bantu seperti garputala, suling recorder, gitar, organ, dll. Cara lain untuk mengangkat lagu tanpa menggunakan alat bantu adalah: Melihat dan mencoba nada tertinggi dan terendah dalam lagu tersebut.

7.  Tahu memberikan sugesti pada tumpukan koor.

Pemimpin/dirigen haru bisa memberikan sugesti pada tumpukan koor atau umat. Sugesti yang dimaksud adalah dengan mampu memusatkan perhatian peserta pada pemimpin; memulai dan menghentikan lagu hanya dengan menggunakan gerekan tangan atau kepala; menghaluskan atau menguatkan suara dengan gerakan tertentu.

8.  Tahu menyusun organisasi (jadi pemimpin)

Seorang dirigen/pemimpin juga harus tahu dasar-dasar kepemimpinan. Misalnya tahu mengorganisir suara (suara sopran, alto, tenor, bas, bahkan mezosopran dan bariton); tahu kapan harus menggunakan pendekatan  paternalis, otoriter dan demokrasi. Tahu membagi tugas, siapa yang menyimpan teks lagu, siapa yang menggandakan, siapa yang menyiapkan tempat, dll.

MARI KITA LATIHAN: MASING MASING:

  1. Carilah satu buah lagu yang sudah anda kuasai dari Puji Syukur.
  2. Carilah Biramanya (Berapa per berapa…)
  3. Mencari Irama dan Gaya lagu (waltz, mars atau hymne)
  4.  Menentukan nada yang pas tidak rendah dan tidak tinggi.

Sekarang saatnya masing-masing maju ke depan secara bergilir dan kemudian cobalah untuk mempraktekkan cara memimpin lagu sementara peserta yang lain menjadi umat (tumpukan koor).

TEKNIK MEMBERI ABA-ABA

  1. Pentingnya Aba-aba
-   Aba aba yang kurang sempurna memusnahkan apa yang telah dijelaskan dan dilatih.
-   Aba-aba yang kurang sempurna dapat menghilangkan konsentrasi dari paduan suara.

2.   Sikap BadaN

  • Badan harus bersikap RELAKS
  • Majukan sedikit salah satu kaki
  • Jangan kaku/tegang
  • Tidak boleh terikat pada teks (HAFAL)
  • Seluruh tangan dari bahu sampai jari-jari harus fleksibel dan ringan
  • Jangan Menari

3.  Tanda insetting (tanda saat mulai)

  • Gerakan ini harus diperkuat dengan bagian atas dari badan. (Kepala, kening, mata, bahu serta tangan)

4.  Tanda closing (tanda saat berhenti)

  • Sebelum menutup lagu dirigen harus punya kontak dengan seluruh penyanyi.

5.  Crescendo (lebih kuat): Badan membungkuk dan maju sedikit. Decrescendo (lebih lembut): Badan mundur sedikit.

TEKNIK MEMINTA DINAMIKA  PADA PESERTA KOOR

BEBERAPA HAL PENTING

  • Jika diiringi musik, dirigen harus memusatkan perhatian pada musik, sehingga ia sendiri dijiwai olehnya.
  • Dirigen tidak boleh mengikuti kehendak para penyanyi, sebaliknya mereka harus mengikuti kehendak dirigen.
  • Sikap dasar seorang dirigen: TENANG, PENUH KEYAKINAN DAN TEGAS.

TEKNIK MEMBERI ABA-ABA DUA KETUK PER BIRAMA (2/4)

TEKNIK MEMBERI ABA-ABA TIGA KETUK PER BIRAMA (3/4)

TEKNIK MEMBERI ABA-ABA EMPAT KETUK PER BIRAMA  (4/4)

TEKNIK MEMBERI ABA-ABA EMPAT KETUK PER BIRAMA  (6/8)

TEKNIK MENGAKHIRI NANYIAN

TEKNIK MEMBERI ABA-ABA SECARA BEBAS (LAGU GREGORIAN)
atau LAGU RESITATIF (MAZMUR)

Latihanuntuk Menghayati Birama Lagu.

  • Diputarkan lagu dengan birama 2/4, 3/4, 4/4 dan 6/8.
  • Ikutlah dengan tangan birama lagu yang ada.
  • Tutuplah mata dengan lembut dan biarkan tangan tetap bergerak.
  • Rasakan dan sadari gerakan tangan yang sesuai dengan birama lagu.
  • Rasakan pergelangan tangan, siku dan bahu anda…..

Sekarang saatnya masing-masing maju ke depan secara bergilir dan kemudian cobalah untuk mempraktekkan cara memberi aba-aba untuk satu lagu yang sudah dipilih sementara peserta yang lain menjadi umat (tumpukan koor).

MEMILIH LAGU DALAM IBADAT DAN TEKNIK MENJADI PELATIH KOOR SEDERHANA

A. MEMILIH LAGU DALAM IBADAT

Pada dasarnya tema dalam ibadat ditentukan atas:
- Bacaan dalam ibadat
- Masa dalam Tahun Liturgi Gereja.
- Ujud dari ibadat tersebut dibuat.

a.     Cara memilih lagu Misa (ordinarium)  dan lagu Selingan (Proprium)

  • Usahakan lagu dapat dinyayikan oleh sebanyak mungkin umat. (Kecuali ada koor khusus).
  • Berikah bimbingan dan latihan kepada umat supaya menyanyi  dengan baik, benar dan indah
  • Untuk lagu ordinarium usahakan dikarang dengan motif daerah kita (inkulturasi).
  • Untuk lagu proprium harus perhatikan tema ibadat dan isi bacaan Kitab Suci serta peserta ibadat:  Anak, remaja atau orang tua

b. Fungsi Lagu dalam Ibadat

  • Nyanyian Pembuka:
-      Mengiringi arak-arakan,
-      Membuka ibadat, mempersatukan umat dan menghantar umat pada tema ibadat.
  • Nyanyian Antar Bacaan (jika ada 2 atau lebih bacaan) dan Nyanyian Penghantar Bacaan (bila hanya ada 1 bacaan saja)
-     Mempersiapkan umat untuk mendengarkan Sabda Tuhan,
-     Menghantar ke suasana hening
-     Merenungkan kembali bacaan.
  • Nyanyian Persembahan:
-     Sebagai pengiring persembahan jika ada iringan persembahan.
-     Sebagai tanda persembahan diri.
  • Nyanyian Komuni:
-     Sebelum komuni: Menciptakan suasana hening dan persiapan untuk menerima komuni
-     Sesudah komuni: Sebagai ungkapan syukur
  • Nyanyian Penutup
-     Sebagai Pengutusan.
-     Sebagai pengiring perarakan.

c. Petunjuk untuk lagu dalam ibadat

  • Sebelumnya dirigen telah memilih lagu yang sesuai dengan tema ibadat/bacaan.
  • Lagu yang dinyanyikan telah dipersiapkan sebelum ibadat dimulai.
  • Jika ada koor khusus, perhatikan juga bahwa harus ada lagu umum yang dinyanyikan bersama.
  • Usahakan agar lagu lagu yang akan dinyanyikan telah diumumkan sebelumnya
  • Untuk lagu antar bacaan seharusnya mazmur. 

TEKNIK MENJADI PELATIH KOOR SEDERHANA

-     Mempersiapkan diri dengan:
-     Melatih dan menguasai lagu terlebih dahulu.
-     Memahami nada dasar yang tepat,
-     Membaca tanda tanda dinamika lagu yang akan dilatih. (lembut atau keras)
-     Membaca tanda-tanda tempo lagu yang akan dilatih. (Cepat atau lambat)
  • Mempersiapkan penyanyi dengan memilih suara:
-     Untuk satu suara/umum usahakan untuk membuat suara menjadi se”warna” atau sejenis.
-     Untuk lebih dari satu suara (koor campuran) perbandingannya harus: sopran 2 :  alto 1 :  Tenor1 : Bas 2
  • Menjelaskan pentingnya disiplin sebagai satu tumpukan paduan suara.
  • Menjelaskan nada dasar, tanda dinamika dan tempo lagu yang akan dilatih.
  • Teknik Latihan:
-    Untuk orang yang tahu membaca not, hendaknya dilatih dengan mebaca not terlebih dahulu, baru dengan kata-kata.
-    Untuk orang yang tak tahu membaca not, hendaknya dipakai sitem hafal sedikit demi sedikit
-    Ulangi terus latihan sampai lagu dikuasai betul.
-    Maksimal latihan 2 jam untuk menjaga suara agar tetap prima dan peserta tidak bosan.
Sekarang saatnya mencoba untuk mempraktekkan cara mencari lagu sesuai dengan tahun liturgi/bacaan/ujud
Setelah itu cobalah untuk melatih satu buah lagu sederhana (satu suara atau empat suara)

(posting by Iwan)

Categories: Tips dan Trik untuk 'Upgrade our self' | Tinggalkan komentar

Post navigation

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: